Guru, ustadz, pengajar atau tutor merupakan cermin dari pada seorang murid, bagaimana keilmuawannya, pengetahuannya, serta budi perkertinya akan ditiru, oleh karena itu jika seorang guru bertanggung jawab, disiplan tinggi, professional, tentu akan memberikan nilai tersendiri bagi para murid atau santri. Disini lain tidak semua orang bisa menjadi seorang guru, apalagi guru yang mengajarkan ilmu tentang budi pekerti (guru agama), seorang guru haruslah mempunyai karakter dan sifat sifat yang terpuji, banyak diantaranya orang yang mempunyai kepandaian yang luar biasa, namun di anggap kurang berhasil dalam mendidik seorang murid dalam hal budi pekerti, penyebabnya adalah jiwa keguruan yang memang belum dimiliki olehnya. Banyak diantaranya para sarjana di negara kiata yang mempunyai kemajuan intelektual yang luar biasa, tetapi sekali lagi dianggap gagal dalam menjawab tantangan mengajar etika.
Karena pada hakikatnya jiwa seorang murid terpaut sangat dekat dengan gurum, terlebih guru favorit bagi sang murid, seakan menjelma menjadi seorang motifator dan pencontohan bagi pribadi sang murid, jika seorang guru tidak merasa jiwanya terpaud dengan murid - muridnya maka sudah dapat ditentukan bahwa tidaklah disebut sebagai seorang profresional.
Seorang guru diharuskan menjunjung nilai ketaqwaan, kerendahan hati, lemah lembut kepada murid, tegas dan berwibawa. Seorang murid bagaikan kertas putih yang siap menerima warna apapun yang akan di catat ke dalam hati dan pikirannya. Sementara kaita juga tahu bahwa setiap anak yang lahir di dunia membawa karakter yang sungguh kita komplek, dalam perbuatan akhlaq tidak bisa hanya dibebankan kepada guru yang sangat terbatas bersama para murid. Peran orang tua juga sangat dibutuhkan didalam mengawsi gerak keseharian setiap anak.
Bukannya tidak mungkin seorang anak yang dibiasakan berkata tidak jujur akan berbohong, selain itu guru juga berusaha menciptakan iklim yang kondusif antara murid dan orang tua, pembelajaran yang inofatif dan kompetitif. Bagaimanapun juga tidak ada akan murid jika tidak ada guru, dan tidak tidak ada anak berbakti jika masih ada orang tua yang tidak mengajakan kejujuran, kesopanan, serta rasa tanggung jawab sedini mungkin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar