akhlaq itu apa?

akhlaq itu apa?

test

Breaking

Jumat, 22 Desember 2017

ADAB (ETIKA) GURU / PENGAJAR

Desember 22, 2017 0
ADAB (ETIKA) GURU / PENGAJAR

Guru, ustadz, pengajar atau tutor merupakan cermin dari pada seorang murid, bagaimana keilmuawannya, pengetahuannya, serta budi perkertinya akan ditiru, oleh karena itu jika seorang guru bertanggung jawab, disiplan tinggi, professional, tentu akan memberikan nilai tersendiri bagi para murid atau santri. Disini lain tidak semua orang bisa menjadi seorang guru, apalagi guru yang mengajarkan ilmu tentang budi pekerti (guru agama), seorang guru haruslah mempunyai karakter dan sifat sifat yang terpuji, banyak diantaranya orang yang mempunyai kepandaian yang luar biasa, namun di anggap kurang berhasil dalam mendidik seorang murid dalam hal budi pekerti, penyebabnya adalah jiwa keguruan yang memang belum dimiliki olehnya. Banyak diantaranya para sarjana di negara kiata yang mempunyai kemajuan intelektual yang luar biasa, tetapi sekali lagi dianggap gagal dalam menjawab tantangan mengajar etika.
Karena pada hakikatnya jiwa seorang murid terpaut sangat dekat dengan gurum, terlebih guru favorit bagi sang murid, seakan menjelma menjadi seorang motifator dan pencontohan bagi pribadi sang murid, jika seorang guru tidak merasa jiwanya terpaud dengan murid - muridnya maka sudah dapat ditentukan bahwa tidaklah disebut sebagai seorang profresional.
Seorang guru diharuskan menjunjung nilai ketaqwaan, kerendahan hati, lemah lembut kepada murid, tegas dan berwibawa. Seorang murid bagaikan kertas putih yang siap menerima warna apapun yang akan di catat ke dalam hati dan pikirannya. Sementara kaita juga tahu bahwa setiap anak yang lahir di dunia membawa karakter yang sungguh kita komplek, dalam perbuatan akhlaq tidak bisa hanya dibebankan kepada guru yang sangat terbatas bersama para murid. Peran orang tua juga sangat dibutuhkan didalam mengawsi gerak keseharian setiap anak.
Bukannya tidak mungkin seorang anak yang dibiasakan berkata tidak jujur akan berbohong, selain itu guru juga berusaha menciptakan iklim yang kondusif antara murid dan orang tua, pembelajaran yang inofatif dan kompetitif. Bagaimanapun juga tidak ada akan murid jika tidak ada guru, dan tidak tidak ada anak berbakti jika masih ada orang tua yang tidak mengajakan kejujuran, kesopanan, serta rasa tanggung jawab sedini mungkin.

Selasa, 26 September 2017

TAQWA

September 26, 2017 0
TAQWA

Taqwa: berarti menjalankan segala perinyah Allah SWT. serta menjahui segala larangan Allah SWT. Taqwa gak akan pernah sempurna sebelum seseorang meninggalkan semua perbuatan yang rendah (hina/buruk). Selain itu, hanya orang yang berusaha untuk mengerjakan segala bentuk kebaikan yang akan mendapatkan  niali ketakwaan yang sempurna meski sekecil apapun kebaikan tersebut, 
masing - masing amal catatan kitab sebuah didalam tertulis semua dengan jalan amal sholih, seseorang dikatakan sedang menempuh perjalanan mendekati Allah  (taqarrub), dan siapa yang berpegang pada jalan kebenaran dia akan selamat dunia dan akhirat. Diantara sebab untuk memperoleh nilai ketaqwaan yang tinggi dimata Allah antara lain: manusia hendaknya sadar bahwa sesungguhnya dirinya adalah mahluk yang rendah, dan tidak boleh merendahkan orang yang lain, manusia diciptakan dari tanah pada awalnya, selanjutnya diciptakan dari setetes air yang hina. Manusia mudah sekali untuk mengeluh jika mendapat cobaan, putus asa, dan banyak yang menyalahkan orang lain serta menyalahkan tuhan, sedangkan disaat dia mendapatkan kenikmatan dia pula bersyukur, hingga ujungnya banyak yang merasa enggan membantu orang yang membutuhkan, 
padahal di sekitar kita masih banyak dijumpai anak - anak kecil yang seharusnya sekolah, dengan bermodal gelas plastik bekas, mereka berjuang mendapatkan sepeser rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kita harus sadar bahwa mereka adalah makhluk Allah, di dalam berbuat baik kita tidak boleh membeda - bedakan mereka. Allah maha kuasa atas segalanya,dengan kehendaknya langit telah tercipta, bumi telah berputar, matahari telah bersinar, bintang telah bercahaya dan angkasa luas tercipta. sebagai manusia yang sangat lemah tentunya kita tidaklah patut durhaka kepada Allah tuhan alam semesta, karena pada setiap kepala, Allah menyuruh seorang malaikat untuk mengikuti kemanapun kita pergi, dan Allah maha mengetahui apapun yang kita sembunyikan di dalam hati dan pikiran kita. Allah telah memberikan kita nikmat yang tiada tara, semenjak kita membuka mata kita, mulai dari bangun tidur, berapa banyak oksigen yang kita hisap ?, berapa kali jantung memompa darah keseluruh tubuh ?, dan berapa ribu kata mulut kita berbicara ?, namun Allah tidak pernah meminta manusia untuk membayar pajak atau royalti dari fasilitas yang kita dapatkan. Oleh kaena itu marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Seorang muslim yang baik tentunya kita harus tahu dan sadar bahwa setiap awal pasti ada akhir, setiap hidup pasti ada mati, karena setiap yang hidup telah ditetapkan ajalnya oleh Allah SWT. Lantas bagaimana kita mempertanggung jawabkan seluruh amal perbuatan kita di hadapan Allah yang di saksikan seluruh makhluk dari jaman Nabi Adam samapi akhir kiamat nanti, tentunya kita akan merasa sangat malu jika keburukan kita diketahui oleh orang lain. Setiap orang akan menghadapkan pada 2 jalan ke surga dan neraka, kita harus sadar bahwa manusialah yang memilih diantara 2 jalan tersebut, janganlah kita menjadi menuafik dengan menyalahkan iblis atau setan yang dikambing hitamkan, kita sadar betul semua itu adalah tergantung kita sendiri, karena jika kita tidak kita ikuti jalan keburukannya, tentunya iblis tidak mampu berbuat apapun, dan jika kita ikut rayuannya maka sesungguhnya kita yang telah membuat pilihan. Sebagai hamba yang beriman tentunya mempunyai motifasi yang tinggi yang juga diharapkan dapat menjadi motifator bagi orang lain di dalam dan di luar lapangan. Bersama dengan itu dia akan selalu berusaha berbakti kepada orang tua, serta berusaha lebih baik terhadap semua orang, jika ha itu dilakukan maka bukan tidak mungkin akan menjadi pribadi yang disayangi dan dihormati orang lain, sedang diakhirat akan mendapatkan buah dari amal sholihnya berupa kenikmatan surga besrta seluruh fasilitasnya serta dipuji oleh penghuni langit.

Selasa, 29 Agustus 2017

AKHLAQ/ADAB KETIKA MAKAN

Agustus 29, 2017 0
AKHLAQ/ADAB KETIKA MAKAN

Sebagai agama yang sempurna islam tidak hanya mengajarkan umatnya beribadah secara ritual saja, akan tetapi mempunyai cara tersendiri untuk mengatur secara jelas dalam tatacara makan, hal ini akan sangat bermanfaat jika memang betul - betul dikerjakan. Etika makan dalam islam yang pertama adalah mencuci tangan hingga bersih sampai tidak ada bekas kotoran yang tersisa lagi, lalu membaca basmalah, selanjutnya adalah meletakkan piring di meja makan (yang diangkat/ditenteng/disangga denga tangan). Pada saat makan usahakan duduk serta berniat makan supaya kuat untuk beribadah sehingga mendapatkan nilai pahala disisi Alloh Swt. Jangan makan jika masih merasa kenyang, selanjutnya adalah menerima menu apa saja yang telah dihidangkan serta tidak merendahkan makanan yang telah disiapkan. Terakhir sebaiknya mencari teman untuk diajak makan bersama. Adapun hal lain harus dilakukan adalah membaca basmalah agak keras supaya orang yang ikut makan ikut membacanya, selanjutnya makan dengan tangan kanan, lalu megurangi porsi suapan (jika memakai sendok hendaknya sedikit - sedikit saja, jangan terlalu). Selanjutnya adalah mengunyah sampai lembut, termasuk etika makan adalah jangan mangambil makanan lain jika porsi kita belum habis. Makanlah makanan yang ada di dekat kita (keculai buah/hidangan pencuci mulut), sebaiknya jangan meniup makanan yang masih panas (tunggu agak sedikit dingin). Berikutnya jangan membelah makanan yang telah dihidangkan dengan pisau (makanan yang sudah dipiring memakai sendok), jangan menyentuh (memegang - megang) makanan yang di hindangkan dengan tangan (seharusnya pakai sendok), jangan membuang kulit/biji buah yang dimakan dalam satu tempat bersama buahnya. Adapun yang dilakukan setelah makan adalah berdiri setelah merasa cukup kenyang, lalu mencuci 2 tangan dengan bersih, membersihkan sisa - sisa makanan dan berdoa memuji kepada Alloh.